Rabu, 07 Maret 2012

Aksara Bali ( Papan nama)

Penulisan Aksara Bali pada papan nama jalan
Aksara Bali, jika berbicara mengenai aksara Bali dimana sich kita bisa menemukannya? belakangan ini banyak nama tempat nama jalan yang atau penulisan nama suatu instansi pemerintahan di Bali banyak yang sudah menggunakan nama papan jalan bertuliskan huruf Bali, wah keren sangat,,, semoga pemerintah Bali yang ingin menjadikan Bali sebagai kota budaya bisa mempertahankan seni, budaya, pariwisata agama dan kebudayaan yang berciri khas Bali, seneng banget saya sebagai seorang pencinta bahasa Ibu melihat hal tersebut buat pemerintah bali semoga nantinya ada perda yang mengharuskan plang-plang iklan atau nama mol ataupun restoran agar bertuliskan huruf Bali juga ya, Astungkara.

ini salah satu penugasan yang saya berikan pada murid saya Patrick,  pada saat itu saya ingin tau sejauh mana pengetahuan dia mengenai aksara Bali, dimana aja sich kamu pernah menemukan aksara Bali itu, tolong carikan saya sebuah foto nama tempat yang menggunakan aksara Bali dalam penulisannya. lalu Patrick adalah seorang anak kelas 6 SD di salah satu sekolah dasar Swasta di Bali, walapun baru 9 bulan belajar bahasa Bali, tapi ternyata rasa ingin tau orang luar itu sangat besar untuk belajar, bahasa Bali dia masih belajar beberapa kata dan menggabungkannya menjadi kalimat singkat, ya tak apalah dia baru di Bali dan saya tidak terlalu memaksanya untuk bisa aktif bahasa Bali, tapi saya sedikit heran saat saya beri dia aksara Bali dia sangat tertarik dan tingkat ketelitiannya dalam menulis sangat berbeda dengan anak-anak yang lain,sekarang yang jadi pertanyaan saya sebenernya klo kita mau mencoba pasti bisa, buat anak-anak atau bahkan orang tua yang masih malu atau belum mau belajar Bahasa Bali ataupun aksara Bali, coba aja dulu, bisa gak bisa sudah berani mencoba setidaknya tau lah sedikit daripada tidak sama sekali, buat generasi muda Bali ayo dong pertahankan bahasa ibu, selain belajar bahasa asing jangan malu ya belajar bahasa sendiri, klo bukan kesadaran dari diri kita sendiri siapa lagi, bisa- bisa beberapa tahun kedepan gak ada lagi dech yang bisa membaca aksara bali atau bercakap-cakap dengan Bahasa Bali. jangan sampai nanti kita mengimpor guru bahasa Bali dari Amerika, duh ten lucu pesan nika,,,,,,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar